Skip to main content

Apa itu ASD ? Perlukah Terapi ?

Apa itu ASD ?


Menurut American Speech-Language Hearing Association (ASHA) ASD adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan defisit dalam komunikasi dan interaksi sosial, perilaku yang berulang-ulang. Defisit komunikasi dan sosial termasuk gangguan dalam aspek perhatian dan timbal-balik sosial, serta tantangan komunikatif dalam penggunaan verbal dan nonverbal untuk interaksi sosial. Terbatas,perilaku berulang-ulang, kepentingan atau kegiatan yang dimanifestasikan, bicara berulang-ulang, gerak motorik, atau penggunaan obyek, kepatuhan yang fleksibel,  dibatasi kepentingan serta hiperaktif ataupun hipoaktif (ASHA, 2013)


Menurut DSM IV, criteria diagnosis ASD sebagai berikut:

1.    Harus ada 6 gejala atau lebih dari point a, b dan c dibawah ini

a.    Terdapat kualitatif pada interaksi sosial (minimal 2 gejala)

1)        Terdapat kelainan pada berbagai perilaku nonverbal, seperti kontak mata, ekspresi wajah, sikap dan isyarat tubuh dalam melakukan interaksi sosial

2)        Tidak mampu bermain dengan sebaya

3)        Tidak mampu berbagi secara spontan dengan orang lain dalam hal kesenangan minat dan prestasi (misalnya, anak tidak mampu memperlihatkan, membawa atau menunjuk benda yang diinginkan)

4)        Tidak mampu melakukan hubungan sosial dan emosional timbal balik.

b.    Gangguan kualitatif komunikasi (minimal 1 gejala)

1) Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tidak berkembang dan tidak ada usaha anak untuk berkomunikasi dengan cara lain (sikap tubuh, ekspresi wajah dll)

2)  Bila anak sudah dapat berbicara, kemampuannya itu tidak digunakan untuk berkomunikasi

3)  Anak menggunakan bahasa atau bahasa yang tidak dipahami berulang-ulang

4) Cara bermain tidak bervariasi, kurang spontan, atau tidak dapat bermain imitasi sesuai dengan tingkat perkembangannya.

c.    Ada suatu pola perilaku, minat dan aktivitas yang dipertahankan dan diulang-ulang (minimal 1 gejala)

1)        Asyik dengan satu atau beberapa kegiatan yang terbatas dan diulang-ulang intensitas maupun yang menjadi pusat perhatiannya abnormal.

2)        Terpaku pada satu kegiatan yangritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya

3)        Terdapat gerakan motorik yang diulang-ulang (missal, tepuk tangan, memutar-mutar tangan/jari, atau gerakan-gerakan tubuh yang lebih kompleks

4)        Sangat asyik dengan bagian-bagian suatu benda tertentu.

2.    Keterlambatan atau fungsi yang abnormal tersebut terjadi sebelum umur 3 tahun dengan disertai gangguan dalam 3 bidang yaitu interaksi sosial, penggunaan bahasa untuk komunikasi sosial dan bermain symbol atau imajinasi.

3.    Kelainan tersebut bukan disebabkan oleh penyakit Rett atau gangguan disintegrasi (Heller Syndrome)


Anak dengan ASD perlu dan wajib dilakukannya terapi baik untuk komunikasinya ataupun untuk keberlangsungan hidup mandirinya. semuanya perlu untuk disiapkan


Comments